Mengapa Al-qur`an berbahasa Arab

Al-qur`an merupakan pedoman utaha hidup seorang muslim. yaitu mengakui denagn lisan dan hati bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang paling berhak disembah dan Nabi Muhammad SAW adalah nabi akhir zaman yang diutus Allah kemuka bumi guna perbaikan bagi akhlak manusia seluruhnya.
Akhir-akhir ini pikiran saya terganggu oleh sebuah buku yang berjudul EVOLUSI TAFSIR karya Gamal Al-Banna. Pada salah satu judul di subbab buku itu terdapat sebuah judul : mengapa al-qur`an berbaha arab”. Wah…saya rasa ini sangat cocok menjadi tulisankuk selanjutnya, pikirku waktu itu. Setelah membaca beberapa halaman, saya dapatkan beberapa kunci jawaban dari judul ini. Kurang lebih, seperti inilah pembahasannya:
Al-qur`an-ul-Karim, selain menempati posisi sebagai pedoman utama seorang muslim, ia juga diturunkan karena respon ata beberapa permintaan dan tuntutan orang-orang arab keika itu. Ini diperjelas dengan diturunkannya sebuah ayat pada surat Al-Ankabut ayat 50-51.

Mereka berharap sekiranya diturnkan kepada mereka ayat0ayat dari Tuhannya, katakanlah (Muhammad), ayat-ayat tersebut semuanya sudah ada pada Allah. Dan aku tak lain hanya memberi peringatan yang nyata. Apakah belum cukup bagi mereka kalau kami menurunkan kitab yang dibacakan kepada mereka. Sesungguhnay didalam (kitab itu) terkandung rahmat dan peringatan bagi kaum yang beriman.

Disamping itu semua, kita ketahui juga bahwa islam diturunkan untuk seluruh umat manusia. Islam adalah agama fitrah. Namun, pada hakikatnya ia dihadapkan dengan suatu kaum tertentu pada awalnya. Maka, Al-Qur`an sebagai pedoman utama islam diturunkan dengan bahasa tertentu pada sebuah kaum tertentu pula. Allah memilih bangsa arab sebagai kawasan pertama urunnya islam. Ini adalah sebuah fakta nyata.
Tetapi mengingat-ingat semua mukjizat, sevara keseluruhannya dalam islam diturunkan dalam bentuk peristiwa, tapi mengapa Al-Qur`an diturunkan dalam bentuk kitab ?
Al-qur`n diturunkan sebagai penempatan posisi mukjizat Islam yang menggantikan mukjizat-mukjizat sebelumnya. Dengan asumsi ini mukjizat tidak boleh hadir dalam bentuk peristiwa sesaat seperti menghidupkan orang mati, membelah laut dengan tongkat. Sebab, walaupun peristiwa-perisiwa itu memuaskan orang-orang pada masanya, akan menjadi tidak bermakna dan tidak memuaskan generasi-generasi sesudahnya yang tidak hidup dizaman itu serta yang tidak menyaksikannya dengan mata kepala sendiri.
Maka dari itu untuk sebuah agama penghujung dan sinambung, mukjizanya haruslah dalam benuk kitab yang tiap-tiap generasi dapat menemukan inspirasi, kerahmatan, pengetahuan dan kebijaksanaan.
Inilah rahasia turunnya Al-Qur`an dalam bahasa arab.
subscribe

Subscribe

Monitor continues to update the latest from This blog directly in your email!

oketrik
 
Fauzan Arrasyid Design by Trick and Tips Powered by Blogger