Oleh: Radinal Mukhtar Harahap
“Aku mau jadi penulis, tapi ga’ tau mau menulis apa?”
“Katanya menulis itu mudah, padahal susah minta ampun!”
“Kapan ya… Aku jadi penulis seperti kang Abik dan Andrea Hirata?”
Begitu banyak pernyataan-pernyataan seperti diatas dalam dunia kepenulisan. Walau berbeda dalam redaksi, pernyataan-pernyataan tersebut mengerucut kepada satu permasalahan. BAGAIMANA CARA MENULIS?
Ya.. Bagaimana cara menulis?
Banyak penulis-penulis hebat yang mengatakan bahwa cara menulis adalah menulis, menulis, dan menulis.
“Tapi kenapa aku tidak juga menjadi penulis?”
Teman! Ingatlah satu hal. Walaupun kamu mengikuti pelatihan yang paling mahal, di gedung yang paling mewah, di daerah paling maju sekalipun, yang kamu dapatkan hanyalah sebatas MOTIVASI tidak lebih dari itu.
Begitu juga dengan tulisan ini. Walaupun kamu membacanya berkali-kali, kamu tidak akan menjadi penulis hebat sebelum melakukan beberapa hal yang akan saya bahas pada akhir tulisan ini.
KUNCI PERTAMA: TETAPKANLAH MOTIVASI
Ya.. MOTIVASI
Setiap orang yang ingin menjadi penulis, harus mampu menetapkan motivasi menulisnya terlebih dahulu. Karena dengan motivasi inilah, ia dapat terus menulis, menulis dan menulis. Tanpa motivasi ia akan menulis tanpa roh, tujuan, dan cita-cita.
Ada yang menulis karena hobi, ada yang menulis karena ingin mengekspresikan diri, ada yang menulis karena ingin menjadi kaya. Pilihlah motivasi menulis anda. Ada juga yang menulis karena dakwah, ingin berbagi atau memang menjadi sebuah profesi sebagaimana wartawan.
Bagaimana? Apa motivasi menulis anda?
KUNCI KEDUA: HANCURKAN PENGHALANG
Penghalang? Apa aja tuh?
Pertama PIKIRAN NEGATIF
Yang dimaksud pikiran negatif disini adalah pikiran yang menjadikan kita tidak menulis. Saya tidak mempunyai bakat menulis. Saya sangat sibuk, ga’ sempat menulis. Tulisanku jelek. Aku cacat ga’ punya tangan.
Ingat teman, itu hanyalah pikiran negatifmu saja. Singkirkan semua itu dan mulailah menulis.
Kedua TAKUT GAGAL
Ya.. takut akan kegagalan sering menjadikan seseorang tidak menulis. Ia takut tulisannya ditolak oleh penerbit atau media massa. Ia juga takut bila tulisannya nanti menuai protes dari pihak-pihak lain. Sekali lagi, ini adalah perasaan-perasaan yang akan menjadi penghalang bagimu untuk menulis. Menulislah!
Ketiga KARAKTER YANG MERUSAK
Karakter yang dimaksud diatas adalah karakter yang merusak cita-cita menjadi seorang penulis hebat. Setidaknya ada tiga karakter yaitu tidak juga mulai menulis, membuang tulisan yang jelek, dan berhenti saat gagal untuk pertama kalinya atau telah sukses.
KUNCI KETIGA: MEMANFAATKAN MEDIA
“Wah.. kupunya banyak tulisan ni? Tapi tak tahu mau kemana disalurin?”
Teman! di era seperti ini, media untuk menulis SUNGGUH SANGAT BANYAK SEKALI. Selain media massa seperti koran, majalah, jurnal ataupun buku, kamu bisa menulis untuk skenario film. Kamu juga bisa mencoba-coba untuk menulis di dunia elektrik dengan membuat blog ataupun website pribadi.
Banyak kan? Ayo… Tunggu Apalagi!
KUNCI KEEMPAT: INILAH YANG TERPENTING
Setelah kamu menentukan motivasi dan menghancurkan penghalang-penghalang yang ada dalam dirimu, nah inilah saatnya untuk melakukan hal-hal yang terpenting dalam menulis.
Pertama menulislah. Ya.. menulislah… kalau tidak menulis, kapan kamu menjadi penulis?
Kedua membacalah. Tulislah apa yang kamu pahami dari suatu bacaan. Hernowo, penulis buku Mengikat Makna mengatakan bahwa membaca adalah proses menerima dan menulis adalah proses menyalurkan. Baca dulu, Baru nulis!
Ketiga berdisiplin. Tentukanlah waktu-waktu menulis yang paling baik dan berdisiplinlah. Malam? Ketika tidak ada suara dan keributan? Subuh? Pagi sebelum masuk sekolah atau mulai bekerja? Sore? Sambil meminum kopi dan menyantap gorengan?
Keempat jangan berputs asa. Teruslah berjuang. Ingatlah, yang paling menarik dari sesuatu adalah proses menjadi, bukan hasil akhir. Jadi, Berjuanglah!
Kelima mulailah dari sekarang. Ya, tinggalkanlah bacaan ini, tulislah apa yang baru saja kamu pahami dari tulisan ini. selamat menulis!
